Tuesday, November 5, 2013

Motor Bakar

Motor Bakar (Combustion Engine )


Energi.Kimia terjadi didalam karburator ( BB + Ud ), masuk keruang bakar dalam Silinder terjadi ledakan ( En Thermal yang menimbulkan tekanan pada piston, dengan luasan piston maka timbul gaya dorong F, piston akan bergerak translasi kekanan men dorong piston rod gaya dorong ini akan dieruskan CrankShaft dan menyebabkan gerakkan ROTASI pada FLYWHEEL, Untuk mengembalikan piston pada posisi awal, tekanan da lam Silinder dikurangi dengan cara membuka katup buang, terjadilah penurunan tekanan ,maka piston akan kembali pada posisi awalnya, akibat gerakan tadi, maka CrankShat  berputar satu kali.


Gerakan Piston didalam Silinder, diteruskan Piston Rod, kemudian gerak Translasi dirubah menjadi Gerak Rotasi pada CrankShaft














Klasifikasi Motor Bakar
1.   Berdasarkan  sistim Fluida Kerjanya
      a).  MB Pembakaran Dalam ( Internal Combustion Engine)
            Motor bakar dimana fluida kerjanya berada didalam ruang bakarmya
      b). MB Pembakaran Luar  (  External Combustion Engine )
            Motor  bakar dimana fluida kerjanya diluar ruang bakarnya

2.  Berdasarkan Langkah Kerja ( Strokes )
     a).  MB Dua Langkah ( Two Strokes Engine)
           Untuk mendapatkan satu kali kerja diperlukan satu kali putaran poros engkol
     b). MB Empat Langkah  (  Four Strokes Engine )
          Untuk mendapatkan satu kali kerja diperlukan dua kali putaran poros engkol

3.   Berdasarkan Sistim Penyalaannya
      a). Loncatan Bunga api ( Spark Ignition  Engine  / S.I.E )
          Motor Bakar yang penyalaannya dengan loncatan Bunga api , dari spark plug / Busi (  Motor Bensin )
      b). Tekanan pada bahan bakar( Compression Ignition Engine )
          Motor Bakar yang penyalaannya dengan tekanan pada Bahan Bakar dan udara /Comprresion

4. Berdasarkan Siklus Kerjanya

     a. OTTO ( Otto Cyclus  Engine  )
0-1 Langkah ( Pemasukkan Bahan Bakar )
1-2 Langkah Kompressi
2 -3 Langkah Pembakaran
3 – 4 Langkah Kerja / Ekspansi
4 -1 -0  Langkag Buang /Exhaust

b. Siklus Diesel ( Dual Cycles Engines ) 
0 – 1 Langkah pemasukkan BB bertekanan
1 – 2 Langkah Kompressi
2 – 3 Langkah Pembakaran pada Tek. Konstan
3 – 4 Langkah Pembakaran pada Vol. Konstan
4 – 5 Langkah Kerja / Ekspsnsi
5 – 1 – 0  Langkah buang disambung langkah isap

Daya yang dapat dibangkitkan (Silinder Tunggal )


Akibat terjadi ledakan, maka dalam ruang bakar timbul  tekanan  sebesar ( P)
Tekanan P pada luasan piston A maka timbul Gaya F, bila jari2 CrankShaft ( r )
 
Adanya Gaya F dan berjarak r  dengan titik pusat maka timbul Torsi atau energi rotasi sebesar
Apabila Torsi ini dikalikan kecepatan sudut ( ω ) akan timbul DAYA  sebesar :

Daya yang dapat dibangkitkan (Multi Silinder )


Daya pada Motor Bakar

Daya Mekanis( Nm ) : adalah Daya yang hilang untuk mengatasi gesekkan yang terjadi pada Motor Bakar
Daya Indikasi ( Ni) : adalah Daya yang terda pat didalam ruang bakar
Daya Efektif (Ne) : Adalah daya yang terdapat di OUTPUT Motor Bakar

Hubungan antar Daya






No comments:

Post a Comment